top of page

Apple dan Goldman Sachs diperintahkan untuk membayar lebih dari $89 juta akibat kegagalan Apple Card.

  • Writer: neticadotco
    neticadotco
  • Oct 31, 2024
  • 2 min read


Depok,23 Oktober 2024 - Consumer Financial Protection Bureau (CFPB) baru-baru ini memerintahkan Apple dan Goldman Sachs membayar lebih dari $89 juta karena salah menangani keluhan konsumen terkait transaksi Apple Card.


Menurut CFPB, Apple gagal mengirimkan puluhan ribu keluhan konsumen kepada Goldman Sachs. Bahkan ketika Goldman Sachs menerima keluhan tersebut, mereka tidak mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh hukum federal saat menyelidiki kasus-kasus ini.


Goldman Sachs didenda sebesar $45 juta dan harus membayar $19,8 juta untuk redress kepada konsumen, sementara Apple didenda $25 juta. Selain itu, CFPB melarang Goldman Sachs meluncurkan kartu kredit baru sampai mereka dapat menunjukkan rencana yang memadai untuk mematuhi hukum.


Direktur CFPB, Rohit Chopra, menegaskan bahwa “Apple dan Goldman Sachs telah melanggar kewajiban hukum mereka terhadap pemegang kartu Apple. Perusahaan besar, baik dari sektor teknologi maupun keuangan, tidak boleh merasa bebas dari hukum federal.”


Apple Card diluncurkan pada tahun 2019 sebagai alternatif kartu kredit yang terintegrasi dengan Apple Pay, layanan pembayaran dan dompet digital milik Apple. Perusahaan ini bekerja sama dengan Goldman Sachs sebagai bank penerbit dan mengiklankan kartu ini sebagai pilihan yang lebih sederhana dan transparan dibandingkan kartu kredit lainnya.


Pada bulan Desember tahun yang sama, mereka meluncurkan fitur baru yang memungkinkan pengguna membayar cicilan tanpa bunga untuk perangkat Apple tertentu menggunakan kartu ini. Namun, CFPB menemukan bahwa Apple dan Goldman Sachs menyesatkan konsumen mengenai rencana pembayaran tanpa bunga untuk perangkat Apple. Banyak pelanggan mengira mereka akan otomatis mendapatkan pembayaran bulanan tanpa bunga saat membeli perangkat Apple dengan Apple Card, padahal mereka tetap dikenakan bunga.


Goldman Sachs juga dinilai tidak memberikan informasi yang cukup jelas kepada konsumen tentang bagaimana pengembalian dana akan dilakukan, sehingga beberapa orang akhirnya membayar bunga tambahan. Hal ini juga menyebabkan laporan kredit beberapa konsumen menjadi tidak akurat.


Nick Carcaterra, wakil presiden komunikasi perusahaan Goldman Sachs, menyatakan bahwa "Apple Card adalah salah satu kartu kredit paling ramah konsumen yang pernah ada. Kami bekerja keras untuk mengatasi tantangan teknologi dan operasional yang kami hadapi setelah peluncuran dan sudah menyelesaikannya dengan pelanggan yang terkena dampak."


Apple mengungkapkan bahwa mereka bekerja sama dengan Goldman Sachs untuk mengatasi masalah ini saat mereka mengetahuinya. “Walaupun kami sangat tidak setuju dengan pandangan CFPB terhadap tindakan Apple, kami telah mencapai kesepakatan dengan mereka dan berharap dapat terus memberikan pengalaman yang hebat bagi pelanggan Apple Card kami,” kata juru bicara Apple.


Dengan adanya langkah ini, diharapkan konsumen mendapatkan perlindungan yang lebih baik di masa mendatang.


Comments


bottom of page