Kepala SAP memperingatkan agar tidak mengatur AI, mengatakan Eropa berisiko tertinggal dari AS dan Tiongkok
- neticadotco
- Oct 31, 2024
- 2 min read

Jakarta 22 Oktober 2024 - CEO perusahaan teknologi raksasa Jerman, SAP, menyarankan agar Eropa menghindari pengaturan ketat pada kecerdasan buatan (AI) dan lebih fokus pada hasil teknologi tersebut. Christian Klein, yang menjabat sebagai CEO SAP sejak April 2020, memperingatkan bahwa Eropa berisiko tertinggal dari AS dan Tiongkok jika terlalu banyak mengatur sektor AI.
Klein menyatakan bahwa, meski penting untuk mengurangi risiko AI, pengaturan berlebihan pada teknologi yang masih dalam tahap awal akan menjadi langkah keliru. “Penting sekali bagi kita memastikan algoritma yang dilatih dan kasus penggunaan AI yang diterapkan dalam bisnis pelanggan kita memberikan hasil yang tepat bagi karyawan dan masyarakat,” ujarnya dalam program Squawk Box Europe CNBC pada Selasa.
“Jika teknologi hanya diatur di Eropa, bagaimana startup di sini bisa bersaing dengan startup di Tiongkok, Asia, dan AS?” tambah Klein. Ia menekankan bahwa untuk startup Eropa, penting untuk fokus pada hasil teknologi AI daripada mengaturnya secara berlebihan.
Sebagai gantinya, Klein menyarankan bisnis agar mengambil pendekatan pan-Eropa yang lebih harmonis terhadap isu-isu mendesak, seperti krisis energi dan transformasi digital, dengan mengurangi regulasi yang tidak perlu.
Hasil Keuangan yang Positif
Pernyataan Klein ini muncul setelah SAP melaporkan pendapatan kuartal ketiga yang melampaui ekspektasi pada hari Senin. Saham perusahaan perangkat lunak ini naik lebih dari 4% mencapai rekor tertinggi.
Raksasa perangkat lunak ini mencatat total pendapatan sebesar 8,5 miliar euro (setara US$9,2 miliar) untuk kuartal tersebut, naik 9% dari tahun ke tahun seiring dengan peningkatan 25% dalam penjualan produk cloud.
SAP juga menaikkan prospek tahun 2024 untuk pendapatan dari cloud dan perangkat lunak, laba operasional, dan arus kas bebasnya. Perusahaan Jerman ini telah melakukan transisi menuju komputasi awan selama dekade terakhir.
Pada 2016, SAP mengakuisisi Concur, platform untuk perjalanan bisnis dan pengeluaran, sebagai langkah awal menuju layanan cloud. Baru-baru ini, SAP menempatkan AI sebagai fokus utama strateginya dalam upaya untuk mendorong pertumbuhan lebih cepat di tengah tantangan ekonomi global yang memengaruhi pengeluaran teknologi dan menyebabkan PHK di seluruh industri.
SC : cnbc.com




Comments