Koin perak langka era Pra-Revolusi Amerika mencetak rekor di lelang, terjual seharga $2,52 juta.
- Nov 22, 2024
- 1 min read
Updated: Jan 5, 2025
Azmi Armiyanto C, Netica
22 November 2024, 14:15 WIB.

Jakarta - Sebuah koin perak langka dari abad ke-17, yang dibuat sebelum Amerika Serikat berdiri, terjual dengan harga rekor $2,52 juta (sekitar Rp38 miliar) dalam sebuah lelang. Koin ini ditemukan delapan tahun lalu di sebuah lemari tua di Amsterdam.
Koin berjenis threepence ini ditempa pada tahun 1652 di Boston, beberapa minggu setelah pabrik pencetakan uang pertama di koloni Inggris didirikan. Meski ukurannya sebesar koin lima sen dengan nilai perak hanya sekitar $1,03, usia dan kaitannya dengan sejarah Amerika membuatnya menjadi koin non-emas AS termahal sebelum berdirinya US Mint.
Awalnya, koin ini ditemukan dalam kotak bertuliskan “Token Perak Tidak Dikenal/ Dari Keluarga Quincy/ B. Ma. Desember 1798.” Setelah penelitian mendalam, nilainya diidentifikasi dan diverifikasi oleh PCGS, badan independen yang menilai koin langka.
Koin ini memiliki desain sederhana, dengan cap “NE” yang berarti New England di satu sisi dan nilai nominal dalam angka Romawi di sisi lain. Desain ini hanya digunakan beberapa bulan, membuat koin ini sangat langka. Boston Mint, tempat koin ini dicetak, menentang otoritas Kerajaan Inggris, mencerminkan keinginan koloni untuk mengatur ekonominya sendiri.
Hanya ada satu koin threepence sejenis lainnya yang diketahui masih ada, yaitu di koleksi Massachusetts Historical Society. Koin ini menjadi satu-satunya yang tersedia untuk kolektor pribadi setelah koin serupa dari Yale College hilang sebelum tahun 1960-an.
Proses lelang berlangsung selama 12 menit dengan persaingan ketat, hingga harga akhir melampaui tiga kali lipat perkiraan awal. Ini menjadi salah satu penjualan koin bersejarah AS termahal, meskipun koin lain seperti dolar perak 1794 pernah terjual $10 juta pada 2013, dan koin emas “Double Eagle” 1933 mencapai $18,9 juta pada 2021.


Comments