top of page

Kenali Virus HMPV yang Melonjak di China, Serupa dengan COVID?

  • Writer: neticadotco
    neticadotco
  • Jan 6, 2025
  • 1 min read

Sinta Novia Ramadhan - Netica

Senin, 6 Januari 2025, 09:00 WIB


Sumber foto : liputan6.com
Sumber foto : liputan6.com

Virus Human Metapneumovirus (HMPV) kini menjadi perhatian di China karena jumlah kasusnya meningkat pesat. Meskipun virus ini bukan hal baru, gejalanya mirip dengan infeksi saluran pernapasan lainnya, termasuk COVID-19. HMPV pertama kali ditemukan pada tahun 2001, tetapi sebenarnya sudah ada sejak 1958. Virus ini dapat menyebabkan gejala seperti demam, batuk, pilek, dan sesak napas, terutama pada anak-anak dan orang dewasa yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.


Dalam beberapa minggu terakhir, China melaporkan lonjakan kasus HMPV, terutama di kalangan anak-anak di bawah usia 14 tahun. Menurut informasi dari Komisi Kesehatan Nasional China, lonjakan ini membuat banyak rumah sakit kewalahan dengan pasien yang mengalami gejala berat. Meskipun jumlah kasus meningkat, pejabat kesehatan menyatakan bahwa tahun ini jumlahnya diperkirakan lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Selain itu, data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China menunjukkan bahwa insiden HMPV meningkat tiga kali lipat di negara-negara tertentu setelah pandemi COVID-19.


HMPV menyebar melalui percikan air liur saat seseorang bersin atau berbicara, serta melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kesehatan dan menghindari kontak dekat dengan orang yang sakit. Gejala HMPV bisa menjadi lebih serius, seperti Bronkitis atau Pneumonia, terutama bagi mereka yang memiliki sistem imun yang lemah.


Dengan meningkatnya kasus HMPV, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengenali gejala yang muncul. Edukasi tentang virus ini sangat penting untuk mencegah kepanikan dan memastikan bahwa orang yang terinfeksi mendapatkan perawatan yang tepat. Dengan pemahaman yang baik tentang HMPV, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi potensi penyebaran virus ini.

 

 
 
 

Comments


bottom of page